Bahaya tidak ya pengunaan pampers sekali pakai?

12 Agustus 2011

Soal bahaya atau tidak, harusnya dijawab oleh dokter. Namun saya hanya ingin menambahkan, semakin sering anak pakai pampers, akan semakin lambat proses belajarnya untuk pipis di toilet nantinya. Soalnya sekarang dengan popok sekali pakai kan anak tak perlu khawatir mau pipis kapanpun dan di manapun. Dia jadi tak punya ide bahwa ia harus mengatur pipisnya itu. So, lebih baik kalau dia pakai popok kain saja. Untuk tidur, bisa saja dia menggunakan lampin tak tembus air. Memang lebih repot sih, tapi kegunaannya juga lebih bagus.

 

APalagi ditambah dengan pampers yang sudah terpakai, dapat mencemari lingkungan. 

 

Bunda boleh coba, " Pamper sekali pakai isi dengan air kemudian keringkan setelah kering bunda coba untuk membakarnya, apakah yang terjadi ??? Pampers tidak akan terbakan, jika terbakan pasti akan ada sisa-sisanya ''

Apakah bunda tidak memikirkan dampaknya pada lingkungan sekitar kita. Yang sangat lama untuk terurai di lingkungan

 

Kini tersedia Celana Lampin merk Be Nice kids yang sangat ramah lingkungan.

Keunggulan :

  • Aman bagi bayi - tidak ada bahan kimia yang melekat pada area kulit baby yang sensitir selama 24jam dalam kurun waktu +/-2 thn.
  • Hemat biaya - Asumsi seorang bayi menggunakan 5 disposable diaper setiap hari sejak lahir hingga berumur 2thn, ia membutuhkan 3.650 popok. harga sebuah popok berkisar Rp.2.500,-/buah. Maka dibutuhkan biaya Rp.9.125.000,- untuk pemakaian selama 2thn. Dengan asumsi yang sama, menyediakan 5popok kain untuk pemakian sehari maka dana yang dibutuhkan selama 2thn hanya sekitar +/-Rp.83.500,-
  • Bersih - tidak ada sampah lingkungan. Limbah disposable diaper membutuhkan waktu 500 tahun untuk terurai.
  • Dibandingkan dengan merk lain be nice kids lebih mudah dalam proses pengeringan.

Go Green pisan...

 

Lihat juga